Finansial

BNI optimistis kinerja di tahun 2021 lebih positif, ini strateginya

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Financial institution BNI, Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Financial institution Negara Indonesia Tbk (BNI) mengatakan pendapatan bunga bersih (web passion source of revenue) masih dapat tumbuh berkat penyaluran kredit di tengah pandemi, sekaligus memastikan fungsi intermediasi perseroan tetap berjalan. 

Kredit BNI tersalurkan pada segmen korporasi, segmen bisnis kecil, dan payroll mortgage dari segmen bisnis konsumer yang memiliki risiko rendah. 

Pada Desember 2020, penyaluran kredit di segmen korporasi meningkat 7,4% yoy menjadi Rp 309,7 triliun. Sementara itu, pertumbuhan kredit kepada segmen bisnis kecil masih maintain sebesar 12,3% yoy menjadi Rp 84,8 triliun. 

Demikian juga kredit konsumer yang masih tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp 89,9 triliun pada akhir tahun lalu. 

Pertumbuhan kredit segmen kecil terutama disalurkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), adapun kredit konsumer sebagian besar tersalurkan dalam bentuk kredit pemilikan rumah dan payroll mortgage.

Baca Juga: Di tengah pandemi, penyaluran kredit BNI masih tumbuh 5,3% yoy pada 2020

Penyaluran kredit tersebut ditopang oleh akumulasi Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada akhir tahun 2020, DPK tumbuh 10,6% yoy menjadi sebesar Rp 679,5 triliun. Strategi perseroan untuk terus fokus pada peningkatan dana murah tercermin dari rasio CASA pada akhir Desember 2020 yang berada di degree 68,4% atau meningkat 160 bps secara yoy. 

Upaya perseroan dalam peningkatan CASA berhasil menekan biaya dana pihak ketiga. Dampak positif dari penurunan biaya dana pihak ketiga ini diteruskan oleh financial institution kepada nasabah dalam bentuk penurunan suku bunga kredit.

Direktur Keuangan Financial institution BNI Novita Widya Anggraini menyebut pihaknya menjadi salah satu financial institution yang aktif mendukung upaya–upaya pemerintah menekan dampak pandemi Covid-19, mulai dari restrukturisasi kredit hingga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

BNI telah membukukan pinjaman yang direstrukturisasi dengan stimulus Covid-19 sebesar Rp 102,4 triliun atau 18,6% dari overall pinjaman. Dimana berdasarkan segmen bisnis, restrukturisasi kredit diberikan kepada segmen korporasi sebesar Rp 44,2 triliun, segmen menengah Rp 21 triliun, segmen kecil Rp 28 triliun, dan Rp 9,2 triliun untuk segmen konsumer. 

Sebagian besar debitur yang mendapatkan fasilitas restrukturisasi pinjaman berasal dari sektor manufaktur 27,0% atau sekitar Rp 27,6 triliun; sektor perdagangan, restoran dan resort sebesar 15,4% atau sekitar Rp 15,8 triliun; dan sektor pertanian sebesar 12,6% atau sekitar Rp 12,9 triliun. 

DONASI, Dapat Voucer Free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer free of charge senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related Articles

Back to top button