Ekonomi

BRI targetkan penyaluran kredit 2021 tumbuh 6-7 persen

Kredit kita set di kisaran 6-7 persen, driver-nya tentunya masih dari segmen mikro dan kecil

Jakarta (ANTARA) – PT Financial institution Rakyat Indonesia Tbk (Persero) menargetkan penyaluran kredit pada tahun ini tumbuh 6-7 persen didukung segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kredit kita set di kisaran 6-7 persen, driver-nya tentunya masih dari segmen mikro dan kecil,” ujar Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno dalam konferensi pers secara bold di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit itu tentunya akan diikuti dengan penjagaan rasio kredit macet (non appearing mortgage/NPL) yang ketat. “Plus minus NPL akan kami jaga sekitar 3 persen,” ucapnya.

Sementara untuk rasio kredit terhadap simpanan (LDR), lanjut dia, juga masih memiliki ruang likuiditas yang masih cukup terbuka lebar, yakni di kisaran 85 persen.

Direktur Utama BRI Sunarso optimistis penyaluran kredit perseroan pada tahun ini mampu tumbuh lebih baik di atas rata-rata industri nasional, dengan faktor pendukungnya yakni LDR yang masih terjaga.

Ia menyampaikan bahwa goal itu sejalan dengan perbaikan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang menjadi faktor utama pendorong permintaan kredit.

Ia memaparkan hingga akhir Desember 2020, secara konsolidasian BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen “12 months on 12 months”.

Angka itu, lanjut dia, jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada dikisaran minus 1-2 persen.

“Peran BRI menjalankan counter cyclical melalui fungsi agent of construction terlihat dari penyaluran kredit yang tetap tumbuh positif meskipun ekonomi nasional terkontraksi,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa dengan kondisi elementary perseroan yang sehat dan kuat, BRI Staff makin optimistis bisa memberikan dan men-deliver worth kepada seluruh stakeholders dengan tetap menjadi mitra utama pemerintah dalam upaya membangkitkan perekonomian nasional.

“BRI memang fokusnya kepada bisnis mikro, namun memberikan dampak makro terhadap perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: BRI catat laba bersih Rp18,66 triliun pada 2020

Baca juga: Dirut BRI buka peluang jadikan BRI Agro sebagai bank digital

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Related Articles

Back to top button