Finansial

Ini hasil kinerja Financial institution Mandiri pada tahun 2020 dan rencana bisnis di tahun ini

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di ATM Financial institution Mandiri Tangerang Selatan, Senin (4/1). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/29/12/2020.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Financial institution Mandiri Tbk (BMRI) tahun 2020 sesuai proyeksi banyak pihak. Perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang mencuat sejak Maret 2020 membuat laba bersih financial institution ini tergerus cukup dalam. 

Penurunan pendapatan bunga dan meningkatnya pencadangan guna mengantisipasi resiko kredit jadi penyebab keuntungan financial institution tahun ini tertekan. 

Sepanjang tahun lalu, financial institution pelat merah ini hanya mampu membukukan internet benefit sebesar Rp17,1 triliun. Turun 37,71% dibanding tahun sebelumnya (yr on yr/YoY). Margin bunga bersih atau internet pastime margin (NIM) financial institution ini turun 0,91% ke stage 4,65%. 

Baca Juga: OJK ingin fintech P2P lending punya 8 juta peminjam baru di 2021

Pendapatan bunga bersih Financial institution Mandiri turun 4,93% menjadi Rp 59,4 triliun. Namun, pendapatan berbasis charge dan komisi atau charge based totally source of revenue (FBI) perseroan masih bisa tumbuh 4,9% ke Rp 28,7 triliun yang ditopang oleh pendapatan dari transaksi on-line. 

Frekuensi transaksi aplikasi Mandiri On-line  tahun lalu memang meningkat pesat di tengah pandemi mencapai 600 juta transaksi dengan nilai Rp 1.000 triliun lebih.

Perlambatan ekonomi membuat Financial institution Mandiri sulit melakukan ekspansi tahun lalu karena permintaan kredit lesu dan fokus menyelamatkan debitur terdampak Covid-19. Akibatnya, penyaluran kredit financial institution ini terkontraksi 1,61%. Sedangkan likuiditas financial institution sangat longgar ditandai dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang tumbuh 12,24% YoY.

Darmawan Junaidi Direktur Utama Financial institution Mandiri mengakui tahun 2020 merupakan tahun yang sulit. Namun, menurutnya kinerja yang ditorehkan perseroan masih cukup sehat di tengah fokusnya menyelamatkan debitur terdampak Covid-19 lewat restrukturisasi kredit. 

“Ke depan, kami akan menjaga efisiensi baik dari biaya dana dan operasional, serta melakukan penajaman strategi bisnis,” katanya dalam paparan kinerja, Kamis (28/1).

Baca Juga: Bank Mandiri proyeksikan NPL pada tahun ini akan lebih kecil

Belum pulihnya permintaan kredit tahun lalu diseimbangkan Financial institution Mandiri dengan memacu efisiensi, baik dari penurunan price of fund maupun penghematan biaya operasional. Financial institution Mandiri berhasil menurunkan price of fund sebesar 33 bps yoy menjadi 2,53% sedangkan biaya operasional hanya tumbuh 1,42% dibanding tahun sebelumnya 6,68%. 

Mengingat belum berakhir pandemi Covid-19, Financial institution Mandiri akan fokus menjaga kualitas aset tahun ini. Sigit Pratowo Direktur Keuangan Financial institution Mandiri mengatakan, NPL akan di rentang 3%-3,5% tahun ini. Sementara kredit ditargetkan akan hanya tumbuh unmarried digit dan NIM akan dijaga sekitar 4,6%-4,8%.

DONASI, Dapat Voucer Free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer free of charge senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related Articles

Back to top button