Berita

Jangan-Jangan, Indonesia Hanya Dijadikan Alat untuk Memasarkan Vaksin Tiongkok?

Jangan-Jangan, Indonesia Hanya Dijadikan Alat untuk Memasarkan Vaksin Tiongkok? - JPNN.com

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jakarta pada 13 Januari lalu. (Foto: Situs Kementerian Luar Negeri China)

jpnn.com – Presiden Joko Widodo telah menerima dosis kedua vaksin CoronaVac yang dikembangkan perusahaan Sinovac Biotech di China.

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah dimulai 13 Januari 2021 di Istana Negara di mana Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerimanya diikuti oleh tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Saat menerima dosis keduanya, Rabu kemarin (27/01), Presiden Jokowi mengatakan program vaksinasi akan terus dilanjutkan di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, namun meminta warga Indonesia untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

CoronaVac pertama kali tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020 lalu diawali dengan pengiriman 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis tambahan tepat di hari terakhir tahun 2020. Jangan-Jangan, Indonesia Hanya Dijadikan Alat untuk Memasarkan Vaksin Tiongkok? Photo: Saat jutaan dosis vaksin yang dikembangkan China tiba di Indonesia
(Foto: Sekretariat Negara)

 

Vaksin CoronaVac baru mendapat izin edar darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 11 Januari 2021 karena terkendala hasil sementara uji klinis, yang juga pernah terjadi di Brasil.

Saat menunggu izin edar dan pemakaian darurat CoronaVac di Indonesia, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menandatangani kerja sama pengadaan vaksin dengan perusahaan lain, yakni Pfizer dan AstraZeneca.

Jika menghitung keseluruhan jumlah dosis vaksin, Indonesia telah mengamankan 330 juta dosis vaksin, yang terbanyak sekitar 125 juta dari Sinovac, 50 juta dari Novavax, dan 54 juta dari program vaksin global COVAX.

SPONSORED CONTENT

loading…

loading…

Source link

Related Articles

Back to top button