Berita

KBRI Riyadh Selamatkan Hak Pekerja Migran Indonesia Senilai Rp 22,8 M

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dari Damaskus, Suriah dipulangkan. Foto: Dok Kemlu

jpnn.com, RIYADH – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh sepanjang tahun 2020 berhasil memberikan perlindungan dan menyelamatkan hak uang pekerja migran Indonesia senilai Rp 22,8 miliar di tengah pandemi COVID-19.

“Pandemi COVID-19 yang melanda dunia di hampir sepanjang tahun 2020 tidak menyurutkan langkah KBRI Riyadh dalam terus memberikan pelindungan dan pelayanan optimal kepada para warga negara dan pekerja migran Indonesia yang hidup dan mencari nafkah di Arab Saudi,” demikian pernyataan KBRI Riyadh dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (28/1).

Apalagi para pekerja migran Indonesia di Arab Saudi mayoritas adalah para pekerja domestik di sektor informal yang rentan menghadapi berbagai masalah.

Di Arab Saudi, kasus positif COVID-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020, yang kemudian diikuti oleh berbagai kebijakan pembatasan sosial hingga penguncian (lockdown) total, telah berdampak nyata kepada para warga dan pekerja migran Indonesia di negara itu.

Namun, keadaan itu tidak menyurutkan semangat KBRI Riyadh untuk tetap memberikan perlindungan dan mendampingi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi para warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.

Di tengah situasi pandemi, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mendorong para diplomat dan staf KBRI Riyadh untuk tetap memberikan pelayanan prima untuk para WNI.

“Jargon yang selalu saya tekankan kepada para pasukan di KBRI adalah bahwa kami datang untuk melayani bukan dilayani,” ujar Dubes Agus.

KBRI Riyadh pun mencatatkan capaian yang cukup baik dalam hal pelindungan dan pelayanan WNI, termasuk pekerja migran, selama tahun 2020 meski situasi sulit akibat pandemi.

Source link

Related Articles

Back to top button