Finansial

Perbankan siap terapkan pelaporan terintegrasi pada Juli 2021

ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Financial institution Indonesia, Jakarta.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan menyatakan siap menerapkan pelaporan terintegrasi (BI-ANTASENA) pada bulan Juli 2021. Komitmen tersebut disampaikan perbankan dalam pertemuan Prime Stage Assembly (HLM) Komunikasi Bersama BI-OJK-LPS yang dihadiri oleh Deputi Gubernur BI Sugeng, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, dan Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih, dengan pimpinan industri Perbankan secara digital pada hari Jumat, 29 Januari 2021.

Deputi Gubernur BI Sugeng menyampaikan, perbankan memiliki peran yang sangat important dalam penyediaan information melalui BI-ANTASENA dan pada akhirnya berperan penting dalam mendukung perumusan kebijakan otoritas. 

Untuk itu, perbankan agar segera menyelesaikan persiapan di inner masing-masing financial institution dan senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan otoritas untuk memastikan penyampaian information perbankan yang berkualitas menjelang implementasi penuh BI-ANTASENA pada bulan Juli 2021.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, implementasi Laporan Financial institution Umum Terintegrasi (BI-ANTASENA) ini sejalan dengan program penguatan pengawasan berbasis teknologi informasi yang merupakan salah satu prioritas dan kebijakan strategis di OJK. 

Baca Juga: Simak Kaleidoskop sepanjang 2020 Ditjen Pajak

Berbagai upaya telah dilakukan oleh OJK untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan yang didukung dengan digitalisasi, melalui pengembangan sistem informasi di aspek pengaturan, pelaporan, perizinan, dan pengawasan.

Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih menyampaikan bahwa penyediaan information dan informasi financial institution yang kini dan komprehensif melalui pelaporan terintegrasi (BI ANTASENA) sangat penting bagi LPS dalam menjalankan fungsi penjaminan simpanan dan resolusi financial institution. 

Information dan informasi dari pelaporan terintegrasi juga sangat dibutuhkan otoritas keuangan dalam melakukan asesmen dan pengambilan kebijakan untuk memelihara stabilitas sistem keuangan nasional. 

“Bagi industri perbankan, pelaporan terintegrasi melalui satu pintu akan membuat perbankan lebih efisien dalam pelaporan kepada otoritas. Untuk itu, sinergi antara otoritas dan industri perbankan sangat diperlukan agar implementasi pelaporan terintegrasi dapat terwujud,” ujarnya dalam Siaran Pers yang diterima Kontan.co.identity, Jumat (29/1).

Integrasi pelaporan diharapkan dapat memberikan dukungan ketersediaan information yang lengkap, akurat, kini, dan utuh (LAKU). Information yang lengkap, akurat, kini, dan utuh berperan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan komprehensif guna menavigasi potensi maupun risiko yang ada. 

Hal itu makin penting di tengah dinamika ekonomi keuangan virtual yang cepat. Berbagai momentum perekonomian seperti krisis finansial world maupun krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini memberi pelajaran pentingnya information granular dengan waktu perolehan yang lebih cepat untuk memonitor potensi risiko secara dini, sehingga memberikan ruang yang cukup bagi otoritas dalam merumuskan kebijakan.

 

DONASI, Dapat Voucer Free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer free of charge senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related Articles

Back to top button