Finansial

Resmi jadi BRIS besok 1 Februari, simak kinerja financial institution syariah BUMN jelang sah merger

ILUSTRASI. Besok 1 Februari 2021, PT Financial institution Syariah Indonesia Tbk resmi bergabung dengan kode saham BRIS. Simak kinerja financial institution syariah BUMN. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA Jika tidak ada aral melintang, 1 Februari 2021 besok, tiga financial institution syariah milik negara akan resmi merger dengan bendera PT Financial institution Syariah Indonesia Tbk. Adapun kode saham financial institution hasil merger yaknu PT Financial institution Syariah Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalahBRIS.

Criminal merger itu ditandai dalam acara opening bell rite di Istana Negara dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pukul 13.30 WIB.
Acara ini mengubah acara sebelumnya yang rencananya akan bersamaan dengan IDX bell rite yang sedianya dilakukan pada pukul 08.15 WIB. 

Dus, pasca merger ini, PT Financial institution Mandiri Tbk (BMRI) menjadi pemegang saham mayoritas dari PT Financial institution Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan kepemilikan sebesar 51%. PT Financial institution Negara Indonesia (BBNI) 25,0%, PT Financial institution Rakyat Indoneisia Tbk (BBRI) 17,4%, DPLK BRI – Saham Syariah 2% dan publik 4,4%.

Baca Juga: Bank BRI Syariah meraup laba bersih Rp 248 miliar atau melonjak 235,14%

Selanjutnya, pada 5 Maret 2021 adalah tanggal Pembayaran atas saham yang dijual oleh pemegang saham. 

Ketua Undertaking Control Place of business Integrasi (PMO) dan Peningkatan Nilai Financial institution Syariah BUMN Hery Gunardi sebelumntya mengatakan general aset financial institution hasil penggabungan ini nantinya akan mencapai Rp 215,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.

Dengan begitu,   financial institution hasil penggabungan akan masuk ke dalam Best 10 financial institution terbesar di Indonesia dari sisi aset dan Best 10 financial institution syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Merujuk kinerja masing-masing financial institution syariah, 

1. PT Financial institution Syariah Mandiri (Mandiri Syariah)

Sepanjang 2020, PT Financial institution Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meraup laba bersih sebesar Rp 1,43 triliun, Capaian ini  naik 12,51% secara tahunan atau 12 months on 12 months (yoy)

Sumber laba Financial institution Mandiri Syariah berasal dari pendapatan margin dan bagi hasil bersih yang tumbuh 11,02% (yoy) menjadi Rp 5,87 triliun.

Lalu, pendapatan berbasis komisi (price primarily based source of revenue) sebesar Rp 2,09 triliun, atau meningkat 11,86% (yoy), antara lain dari Mandiri Syariah Cell (MSM) sebesar Rp 66,9 miliar atau naik 72% (yoy). 

Baca Juga: Usai dapat restu OJK, begini peta bisnis Bank Syariah Indonesia

Adapun transaksi di layanan virtual MSM selama tahun 2020 yang naik sebesar 82,25% (yoy) dengan nilai transaksi sebesar Rp 50,26 triliun. 

Secara keseluruhan raihan laba bersih Mandiri Syariah pada 2020 ditopang pertumbuhan pembiayaan dan membaiknya rasio pendanaan murah yang dikelola perusahaan. 
Pembiayaan Mandiri Syariah  tumbuh 10,43% menjadi Rp 83,43 triliun. Pembiayaan didorong kontribusi kenaikan pembiayaan segmen retail sebesar 18,41% (yoy) menjadi Rp 53,24 triliun. Adapun untuk segmen company banking naik 4,83% menjadi Rp 23,43 triliun. 

2. PT Financial institution BRISyariah Tbk (BRIS)

Adapun PT Financial institution BRIsyariah Tbk mencatatkan laba bersih Rp 248 miliar atau melonjak  235,14% dari periode yang sama tahun sebelumnya (12 months on 12 months).

Selain mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah BRI Syariah  juga mengalami peningkatan yang signifikan. Overall aset BRIsyariah tercatat mencapai Rp 57,7 triliun atau meningkat 33,8% YoY.

Pembiayaan financial institution ini mencapai Rp 40 triliun atau tumbuh mencapai 46,24% YoY. Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimum.

Baca Juga: Begini prospek BRI Syariah (BRIS) setelah masuk indeks BUMN20

Adapun dalam penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat 29 Januari 2021 lalu,  saham BRIS ditutup di harga Rp 2.440 in step with saham, turun 6,87%.

DONASI, Dapat Voucer Free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer free of charge senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related Articles

Back to top button