Ekonomi

Rupiah menguat namun masih berpeluang terkoreksi

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat namun masih berpeluang mengalami koreksi.

Pada pukul 9.47 WIB, rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.058 in step with dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.078 in step with dolar AS.

“Meskipun sentimen terhadap aset berisiko membaik karena indeks saham AS berhasil menguat kemarin, tapi rupiah kelihatannya masih bisa tertekan hari ini terhadap dolar AS,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Ariston menuturkan, pasar masih mengkhawatirkan peningkatan kasus COVID-19 di dunia dan di Tanah Air yang bisa membatasi pemulihan ekonomi.

Selain itu, lanjut Ariston, pasar masih merespon negatif terhadap kemungkinan perilisan stimulus fiskal AS yang lebih lama dan lebih sedikit nilainya.

“Perilisan stimulus AS yang cepat dan besar bisa meningkatkan kepercayaan invewstor untuk masuk ke aset berisiko,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.030 in step with dolar AS hingga Rp14.150 in step with dolar AS.

Pada Kamis (28/1) lalu, rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.078 in step with dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.050 in step with dolar AS.

Baca juga: Rupiah Kamis sore melemah, tertekan kebijakan The Fed tahan suku bunga

Baca juga: BI: Hati-hati dan hindari pengunaan alat pembayaran selain rupiah

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Related Articles

Back to top button