Finansial

Segera meluncur, ini peta bisnis Financial institution Syariah Indonesia (BSI) pasca restu OJK

ILUSTRASI. Direksi Financial institution Syariah Indonesia

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana penggabungan alias merger tiga financial institution syariah milik Himbara telah mendapat lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila berjalan mulus, cikal bakal financial institution syariah terbesar di Indonesia ini akan segera diluncurkan 1 Februari 2021 mendatang. 

Kementerian BUMN selaku pemegang saham pun punya sederet rencana untuk pengembangan financial institution yang diberi nama PT Financial institution Syariah Indonesia Tbk (BSI) tersebut. Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, nantinya BSI bakal menjadi financial institution terbesar ke-8 di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 2,4% dari overall aset perbankan di Tanah Air. 

“Penggabungan tiga financial institution syariah, bertujuan untuk meningkatkan kapitalisasi dan kapabilitas perbankan syariah di Indonesia,” ujar Erick. 

Bukan cuma itu, kapitalisasi pasar BSI pasca efektif dipastikan bakal masuk ke dalam jajaran 10 besar financial institution syariah secara international. Antara lain mencapai US$ 7 miliar hingga US$ 8 miliar.

Dia juga berharap, nantinya financial institution syariah tersebut dikemas secara virtual dengan kualitas pelayanan yang tinggi, serta ada institusi yang kuat. Tujuannya, BSI bisa bersaing tak hanya di pasar perbankan dalam negeri tapi secara international. 

Baca Juga: Alhamdulillah, Bank Syariah Indonesia sudah kantongi restu dari OJK

Adapun, Direktur Utama Financial institution Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan, kapabilitas BSI pun dipastikan mampu menjawab tantangan industri yang semakin berkembang. Hal ini ditandai dari posisi aset BSI yang in keeping with Desember 2020 menurut hitung-hitungan sudah mencapai Rp 239,56 triliun. 

Aset tersebut diperkuat dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berjumlah Rp 209,98 triliun serta pembiayaan senilai Rp 156,51 triliun. Pun, dari sisi permodalan sangat memadai dengan angka mencapai Rp 22,61 triliun. Hery menjelaskan, pasca efektif penggabungan BSI rampung di awal Februari 2021, pihaknya akan dengan segera melakukan proses integrasi. 

Fokus bisnis BSI nantinya menurut Hery tidak akan lepas dari segmen UMKM. Melihat salah satu financial institution peserta merger yakni PT Financial institution BRI Syariah Tbk yang punya komposisi  UMKM sebesar 41,33% dari overall pembiayaan. “Oleh karena itu, BSI tetap memiliki komitmen terhadap segmen UMKM,” katanya. 

Tak hanya di UMKM, bisnis BSI juga akan terpusat di segmen ritel dan komersial (wholesale). Terutama untuk mendukung pengembangan ekosistem industri halal yang tengah berkembang. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer free of charge senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related Articles

Back to top button