Ekonomi

Transformasi keuangan, Protecting Perkebunan teken MAA dengan 5 financial institution

Penandatangan Grasp Modification Settlement ini merupakan bentuk kepercayaan kreditor dalam mendukung upaya PTPN Workforce mengembangkan profil bisnis yang sehat dalam mendukung kinerja keuangan dan operasional yang berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) – Protecting Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) telah menandatangani Perjanjian Perubahan Induk atau Grasp Modification Settlement (MAA) Transformasi Keuangan PTPN Workforce dengan lima financial institution dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Kelima financial institution tersebut yakni PT Financial institution Mandiri (Persero) Tbk, PT Financial institution Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Financial institution Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Financial institution Central Asia Tbk dan PT Financial institution Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan Direktur Utama Protecting Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani dengan enam direksi kreditur utama tersebut, serta disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury selaku wakil Pemegang Saham PTPN III (Persero). Pelaksanaan penandatanganan MAA dilakukan dengan protokol kesehatan ketat di Mandiri Membership, Jakarta, Jumat (29/1).

“Penandatangan Grasp Modification Settlement ini merupakan bentuk kepercayaan kreditor dalam mendukung upaya PTPN Workforce mengembangkan profil bisnis yang sehat dalam mendukung kinerja keuangan dan operasional yang berkelanjutan,” kata Ghani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ghani menjelaskan pelaksanaan atas Perjanjian Perubahan Induk ini sangat membantu program transformasi keuangan jangka Panjang PTPN Workforce yang tengah dijalankan guna memperbaiki kinerja keuangan dan operasional Perseroan.

Keenam Kreditor yang menandatangani MAA tersebut merepresentasikan 68 persen dari general publicity kredit ke PTPN Workforce. Rincian general publicity tersebut yaitu Financial institution Mandiri sebesar Rp12,3 triliun (30 persen); BNI sebesar Rp6,2 triliun (15 persen), BRI sebesar Rp6,1 triliun (14 persen), LPEI sebesar Rp2,6 triliun (6 persen), Financial institution BCA sebesar Rp1,1 triliun (3 persen), serta BRI Agro sebesar Rp433 miliar (1 persen).

Menurut Ghani, MAA ini merupakan dokumen yang mendasari pelaksanaan adendum atas tiap perjanjian kredit yang antara lain berisi kesepakatan antara PTPN Workforce dengan para kreditor untuk memberikan relaksasi atas fasilitas pinjaman PTPN Workforce.

Baca juga: Lakukan transformasi, Holding Perkebunan bagi tiga skema anak usaha

Baca juga: Holding Perkebunan gandeng KPK tangani pengaduan masyarakat

Hal ini akan memperbaiki struktur utang berbunga perusahaan serta dapat menekan biaya terkait dengan beban keuangan dan mengurangi besaran angsuran yang perlu dibayarkan perusahaan setiap tahunnya.

Selain itu, perjanjian MAA ini sebagai salah satu bentuk strategi Perseroan dalam melakukan transformasi keuangan yang tengah dijalankan PTPN Workforce dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury selaku Wakil pemegang saham PTPN III menyampaikan bahwa penandatanganan MAA merupakan dasar dari program restrukturisasi keuangan PTPN Workforce.

Hal ini salah satu langkah yang sangat penting bagi PTPN Workforce untuk bisa melakukan program restrukturisasi keuangan selain daripada rencana restrukturisasi lainnya yang akan dijalankan oleh PTPN Workforce.

“Kami serius mengikut program transformasi ke depannya yakni 6 program prioritas yang tengah dilakukan oleh PTPN Workforce salah satunya yaitu restrukturisasi keuangan,” kata Pahala.

Menurut Pahala, PTPN Workforce akan meningkatkan EBITDA dan “money float” perusahaan dengan melakukan berbagai strategi salah satunya operational excellence yakni meningkatkan kinerja seluruh anak perusahaan PTPN Workforce serta peningkatan kinerja komoditas termasuk refocusing terhadap komoditas yang dihasilkan oleh PTPN Workforce.

Ia mengatakan program yang dijalankan termasuk restrukturisasi yang telah ditandatangani oleh para kreditor sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja bagi PTPN Workforce dalam jangka panjang.

Pahala berharap penandatangangan MAA ini akan diikuti oleh para kreditor lainnya guna membantu program transformasi keuangan PTPN Workforce.

Baca juga: Terus transformasi, PTPN catat kenaikan produksi komoditas perkebunan

Baca juga: Kementan serahkan BMN Rp6 triliun ke holding BUMN Perkebunan


 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Related Articles

Back to top button